Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Puisi Enceng will

Gambar
Puisi matematika                       Tuhan.... Aku seperti angka nol yang tak bernilai jika tanpamu Engkau adalah kuantor ekstensial dalam hidupku Aku seperti pembilang tanpa penyebut jika tanpamu Aku sadar imanku ibarat  diagram Kadang naik kadang pula turun. Tapicintamu tetap tak hingga untukku Aku akan selalu berusaha melimitkan hati ini agar selalu tetap bersamamu Bersama seperti koefisien dan.     variabel yang selalu menyatu         Menyatu dalam ruang bangun qalbu         Yang membuatku selalu merindu         Merindu untuk tetap selalu bersamamu Oleh : Wildan nurul anwar

:jasamu tidak pernah limit waktu karya Zidan Zulkarnaen

Bagian deret aritmatika Siswa siswi di seluruh penjuru dunia Berucap syukur atas jasa Layaknya nilai eksponen dalam logaritma Taukah kau tentang pytagoras Yang menemukan rumus Dimna kami adalah X,ilmu adalah Y Dan jasa serta abdimu adalah  Empat sisi pandangan tentangmu Bagaikan sisi persegi yang sama Semua titik potong dari pandangan itu Bagaikan transformasi geometri yang bermakna Anggun senyumu dengan sudut Kebaikan hatimu yang tidak pernah bisa di ukur Kau guruku yang menjadikan kami Pribadi hebat lahaknya angka 9. Oleh : Zidan Zulkarnaen

Dampak Corona Terhadap Perekonomian Indonesia

download

Analogi Senja (Sebuah Perjuangan dan Ketidakpedulian)

Gambar
November, 2011.  Ada apa dengan kita yang tak pernah merasa?  Pada siapa kita sandarkan bising? Selalu pada hening; pada kosong yang bersemayam dalam ketidakpastian; bukan, mungkin ketidak teraturan. Yang langit melangitlah! Yang bumi membumilah! Pukul 14.30, Jumat. Ada emosi yang menggila antara aku dan perempuan; perempuan di ujung senja. Di depan sebuah layar, memerhatikan perjuangan, keresahan juga sebuah perbatasan. Kami bertatap sekejap, menikmati aroma racun jingga yang mengalir di setiap sela-sela raut wajah yang tumpah. Tidak teratur tetapi indah. Seperti cat air yang berserakan. Ada ikrar yang bertahan sebentar. Dua puluh sembilan hari yang lalu, aku pernah kaku pada bisu. Sebuah perjuangan kasar demi membela yang benar. Ya, mungkin orang-orang bilang radikal. Tapi ini nilai atas apa yang telah dicapai. Tinagkah laku seseorang memang ditentukan oleh keilmuan dan metode berpikirnya. Ada aksi pada diri, pada negeri, pada birokrasi. Sebab ketidaktahua...

Puisi husna taufik

Gambar
Kepada kembang yang menghubungkan siang dan malam, yang menjahit luka dengan aroma.  Pucuk-pucuk keheningan yang rekah di penghujung doa. Berkali-kali kedipan mata. Mengental di kabut-kabut sisa hujan para peramu senja. Langit yang pulas, rindu yang deras.  Berkenankah kuhirup lantaran ikhlas? Picture by: viani rahma Kepada kembang yang telah menelanjangi kemiskinanku. Mekar adalah penawar, layu menjadi rayu. Aroma mengisyaratkan puja, wangi memberi puji.  Demi bumi yang menampung jejak, demi langit yang menghapusnya. Berkenankah kutebar lantaran sabar? Kepada kembang yang ronanya tak surut di musim Eropa dan Asia; yang menyala diantara api dan senja. Aku tahu kegelisahan yang bersemayam di sekujur tubuhmu yang muda. Aku menunggumu menyebut nama sirna pada ragu yang bersarang di rongga dada. Berkenankah kulamar keraguannya tanpa lantaran? @husnaataopik @mantraasmara Jampangkulon, 5 Januari 2020 ...

Puisi viani rahma

Gambar

Puisi viani rahmah

Gambar